ora et labora

mencari dengan hati . asa . doa

cinta, derita tiada akhir April 6, 2011

Filed under: -asa-asa-keciLku- — askar @ 2:11 pm

kesesatan demi kesesatan

kurengguk

menemani manisnya pahit

inikah rasanya

memaksa cinta

sungguh

tak bisa aku tak bisa

menyeret hati ini terlalu jauh

dari kecintaannya

segala yang semu dan abstrak

setia mendampingiku

Ya Robb beri aku petunjukMu

bertahan dan terus bertahan

yakin dan terus yakin

bahwa jalan inilah yang terindah

meskipun tak pernah ada cinta yang tertitip di hati

namun satu saja yang kuyakini

yang terbaik tak mesti harus ku suka

lempeng demi lempengnya

tertatih menuju pendedikasian yang terbaik

aku ini aku itu

lupakan

buang

hanyutkan

bukankah pernah ku minta

penempaan diri seutuhnya

lukai dan terus lukai

hingga banjir merah di setiap kornea mata

di sudut mata ini

masih menangkap seserpih harapan

aku teriakkan

aku belajar mencintai yang bukan cintaku

aku tuliskan

aku bisa karena biasa

dan aku mulai terbiasa

menkroskan hati tanpa sebait sinkronisasi

pagi cinta,

rumput pagi yang berembun

ikut mengantar ceritaku

tentang perjalanan tetes-tetes air dalam pompa

menuju pipa-pipa baja yang panjang

siang cinta,

aku memendam cerita bersama pusaran tanah yang terkontaminasi

tentang ketidaksengajaan udara yang disalahartikan

menjadi kesalahan tak termaafkan

korosi

sore cinta,

kerikil-kerikil kecil di tengah jalan

mengantar cerita indah ini

sirkulasi liquid yang kegirangan berkumpul kembali

bersama pasangannya

malam cinta,

lihatlah aku masih berusaha

hargai usaha yang terpogoh ini

aku yakin suatu saat bisa mencintamu

bahkan merindumu

tak

tak ada

tak ada yang salah

dengan setiap pilihan

aku yang memulai

aku yang harus menyelesaikan

dan aku pula yang harus mengakhiri

hingga tangis perpisahan

ketika aku mengakhiri kebersamaan dan status cinta kita

namun pasti aku bahagia dapat kembali ke jalan yang lurus

murtad dari kesemuan ini

titip cintaku dalam rindang pepohonan

kamu bagian hidupku

tenanglah

malam ini akan kita senandungkan

manisnya perjalanan kita

dengan kerelaan menerimamu

ketika nyata aku telah menutup hatiku

biar kita berteman saja

hatiku telah terpaut

pada majas-majas dan retorika

dan aku cukup berminat menjadikan

cerita panjang keluarga air dan angin

yang hidup dalam pipa-pipa

bahagia beranak pinak

suci dalam sterilisasi

tolong

aku terlalu bodoh memahami bahasamu

tentang alpha beta gamma

perputaran yang tak henti

dan entah bagaimana harus kutelusur

Malang, 6 April 2011

di tengah suasana yang begitu damai

dikelilingi rekan yang belajar dan memproduksi slide presentasi

harus ada injury time 1000 menit untuk cinta yang tak tersalurkan .

 

2 Responses to “cinta, derita tiada akhir”

  1. an Says:

    wah…..wah….lama tak bersua di blog nii…manis…pahit….asin….sentuhan majas-majas kata yang indah…
    siip, sista…
    tuangkan saja segala perasaanmu lewat tulisan….
    =D
    insya Alloh pasti tersalurkan…

  2. askar Says:

    curcol ..
    my blog= my diary
    tp Insya Allah masi dalam taraf aman
    smangat juga sista ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s