ora et labora

mencari dengan hati . asa . doa

dOngeng sEbeLum tiduR March 9, 2010

Filed under: cerita saya saja — askar @ 4:09 am
Tags: , ,

Mengerikan
Hanya ada dua opsi; jus jambu atau gagang kangkung
boLehkah aku meminta jus alpukat saja?
Membayangkan kandungan vitamin dalam jus jambu yang akan menyembuhkanku bagai melihat toksin yang akan mengendap dalam tubuhku, hancur berkeping laiknya abu dari kertas yang terbakar
Dan gagang kangkung..
Mampukah aku memasukkannya ke dalam mulut meski hanya sebuah?
Tapi ibu bilang gagang kangkung itu sehat
Bapak bilang gagang kangkung tak akan membuatmu mati
Iya memang tak membuatku mati
Tapi akan Membuatku tak doyan makan seharian
Knapa hanya ada dua pilihan?
Killing me softly
Really destroy me
Itu cerita hari kemarin
Dan hari ini terkisahkan ..
Tergoda sepotong keju di atas meja
Tak ada yang punya
Tergeletak begitu saja
Kalau aku ingin merasakan sedikiit saja, bolehkah?
Kubuka pembungkusnya yang sangat lux, ini keju mahal
Membuat porus seujung kuku
Tak kusadar hingga akhirnya telah ada lubang seperempat dari volum keju tersebut
Milik siapa?
Apakah aku pencuri?
Ini dirumah sendiri, jadi mungkin salahku tidak fatal
Daripada kucari serpihan keju untuk menutup lubangnya yang entah akan kudapat dimana,
Lebih baik kumakan saja sekalian sepotong keju itu
Nyam-nyam ..
Dan ternyata
Aku harus membayar mahal
Terbentur, tergores,
Tapi..
Kenapa tanpa luka?
Tidaak ..
Itu kisah pagi tadi
Dan siangnya
Ketika kudapati sepotong coklat nongkrong bebas di atas meja blajarku
Kuacuhkan senyum manis coklat itu
Kuberikan pada kucing tetangga
Tanpa kupikirkan, si kucing suka atau tidak
Maaf ya
Aku sedang tidak doyan coklat
Malam ini
Tiba-tiba aku ingin ke jogja
Kudatangi kereta prameks segera
Dan lima menit setelahnya
Aku telah terduduk manis di sudut gerbong nomor dua dari belakang
Rumah-rumah berlarian
Hey bukan rumahnya, tapi keretanya sedang berjalan
Gelap tanpa bintang
Hanya lampu-lampu penerang jalan
berjalan menelusuri jalan yang entah apa namanya
Semakin gelap
Semakin sepi
Semakin dingin
Sudah malam
Dan aku baru sadar: harus dimana aku tidur malam ini?
Seseorang menawariku tidur di tempat yang tak bisa disebut rumah
Tumpukan kardus
Ia memamerkan gigi kelincinya dan menyentuh ujung bajuku
Jangan kaget ya, kalau ada tikus yang tiba-tiba tidur disampingmu
Ha?
Masa iya, aku harus tidak virgin malam ini
Dengan seekor tikus?
Bolehkah berbagi ceritamu denganmu saja?
Anak 15 tahun itu mengangguk pelan
Mengajakku menatap langit
Biru tua
Tanpa bulan dan bintang
Di akhir kisah pelangi hidupnya
Ia bertutur
Pelangi tak akan indah jika hanya biru
…..
Dalam tiga menit kami bercakap lewat hati
Sepertinya ia mengerti pandangan ibaku dan iapun mampu menjawabnya dengan senyum
Yang seolah meyakinkanku
Ia bahagia
Membongkar tumpukan kardus, kertas, plastik
Apa yang ia simpan dengan sangat rapi?
Tergetar aku melihat apa yang ia keluarkan dari tempat harta karunnya
-siroh nabi-
Aku punya, dan baru kubaca setengah
Ia bergumam
Kisahku hanya sepersekian ratus dari kisah yang ada disini
Sebuah buku tebal dari serang bapak tua yang ia selamatkan nyawanya
Terakhir sebelum ia mengantarku ke stasiun
Aku terusik untuk bertanya
Bagaimana bisa kau lewati hari-harimu?
*karena cinta apapun akan kulakukan*

Maafkan aku teman,
Jika hanya bisa menyakitkan, mengecewakan
Biarlah suatu saat aku pergi
Dalam seminggu
Dan merasakan betapa menyakitkan
Tidak bersama kalian
Maaf statusku selalu bermakna kiasan
Hingga tak ada yang paham
Sungguh aku hanya tak ingin merampas semangat orang lain
dengan keluhanku
Bahkan crita ini
Tiap konsentrat hurufnya
Konotatif
Jika dimaknakan denotatif
Bisa dibilang Dongeng pengantar tidur adikku yang SD
Hanya dia yang bisa mengerti
Gadis jalanan Jogja yang kutemui di tengah malam
Matanya seperti bintang
Senyum tanpa lesung pipinya tetap manis
Rambutnya kotor tergerai
Dia bilang ..
Aku tahu
Apa yang kau rasakan
Aku mengerti
Apa yang ingin kau sampaikan
Dalam cerita sederhanamu
Makan saja gagang kangkung
Meski kau tak doyan ..
Hapuslah pahitnya dengan jus jambu
Ketika kau harus temui sebutir nasi dalam timbunan sampah
Kau akan mengemis gagang kangkung
Yang bisa kau dapatkan setelah membuka mata
Kau akan menangis tersedu untuk setetes jus jambu
berkorbanlah

*) untuk gadis jalan tanpa alas kaki : meski kau tak miliki keluarga utuh, meski kau tak miliki anggota tubuh lengkap, meski kau belum merasakan sepenuhnya manisnya iman, meski kau tak pernah belajar dlam bangku sekolah, aku merasa beruntung menjadi bodoh menuju Jogja dan menghabiskan satu malam bersamamu
-Just a fiction-

 

One Response to “dOngeng sEbeLum tiduR”

  1. ania Says:

    bersyukur dalam kesempitan memudahkan qt menemukan jalan yang lapang, mb


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s