ora et labora

mencari dengan hati . asa . doa

Damba CintaMu June 6, 2011

Filed under: senyum sajaLah . — askar @ 6:48 am
Tags: ,

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku

Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu

Ku sering melanggar laranganMu

Dalam sedar ataupun tidak

Ku sering meninggalkan suruhanMu

Walau sedar aku milikMu

Bilakah diri ini ‘kan kembali Kepada fitrah sebenar

Pagi kuingat petang kualpa

Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku, Kau pimpinlah diri ini Yang mendamba CintaMu

Aku lemah aku jahil Tanpa pimpinan dariMu

Ku sering berjanji di depanMu Sering jua ku memungkiri

Ku pernah menangis keranaMu Kemudian ketawa semula

Kau pengasih Kau penyayang Kau pengampun Kepada hamba-hambaMu

Selangkah ku kepadaMu Seribu langkah Kau padaku Tuhan,

Diri ini tidak layak ke surgaMu Tapi tidak pula aku sanggup ke nerakaMu

Kutakut kepadaMu Ku mengharap jua padaMu

Mogaku ‘kan selamat dunia akhirat

Seperti rasul dan sahabat

 

[Raihan]

 

irisan prisma segi lima June 5, 2011

Filed under: cerita saya saja — askar @ 7:49 am

matahariku,

bumi ini terlalu sempit untuk kau sinari

bias sinarnya masih malu-malu menyusupi dedaunan

mendera galian lorong-lorong kecil semut pekerja

kita sama-sama mengerti bahwa kita sedang berdiri di atas ketidaksempurnaan masing2

sama2 rapuh untuk mencipta rumah yang kokoh

ada dan tiadamu, hadir dan tak hadirmu menjadi peubah konstan atas ruh dalam hidupku

semangatku yang telah kamu ambil alih

dan aku seperti berdiri di atas bangunan seribu tahun lalu

bisa runtuh tiap saat

dengan semua harapan yang masing-masing telah kita berikan

harapan semu

tanpa jaminan

maka mintalah aku membangun kembali bangunan usang itu

karena kita pernah tahu rasanya jatuh bukan?

seperti memandang bagian tubuh kita melayang

dan tak ada yang kuasa menahannya

 

“dan kita kan menjadi pemenang

ketika hanya putih yang menjejak rasa

ronakan hitam pekat

dan bara yang mengabu”

ijinkan aku tak hanya singgah dihatimu

tapi berlabuh dan bersandar di dindingnya

mengapa tak kita padamkan saja nyala api yang membakar

dengan sebuah ikatan yang lebih pasti

ketika kamu sanggup bersabar, aku iya

namun maafkan untuk permainan yang belum berakhir

mesti membawamu pada noda-noda hitam yang menutup dinding hati

setiap zina hati, pikiran, lisan, mata dan telinga

aku bertanggung jawab atasnya

dan juga kamu

prisma segi lima

yang mulai mengembun cahayanya

menangkap cahaya di sudut datang

dihinggapi kunang yang hampir mati

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.