ora et labora

October 10, 2009

merentas jalan samudra

Filed under: Uncategorized — askar @ 8:37 pm

Sayap yang menghantarku
Ke pulau biru
Saat lama tak bersua

Meresap aroma apel
Yang berhimpun
Bersama bahagia
Kawanan angin putih
Dan angsa terbang

Inilah Dunia

Filed under: Uncategorized — Tags: , — askar @ 8:25 pm
beauty

beauty

Setelah diingatkan oleh seorang ihwah pagi-pagi dalam taujihnya yang panjang dan lebar, Alhamdulillah masih banyak pula yang terus menjagaku, sebagai pengganti kekosongan minggu ini, minggu kemarin, semoga tidak minggu depan. Sore ini masih dingitkan sekaligus men-charge semangat dari sumber yang lain.

Allah berfirman
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (Al Kahfi : 17)
Sebuah hadist shahih dinyatakan, “Seberat-berat manusia (dalam mendapat) cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang sekualitas, dan orang-orang sekualitas.” (H.R. Ath Thabrani)
Dalam hadist lain, “Jika seseorang luas dalam agamanya, maka musibah yang akan ditimpakan akan berat. Jika agama yang dimilikinya tipis, maka akan ditimpakan sesuai kadar agamanya.”
Ujian atau cobaan adalah perkara yang pasti dalam dunia ini. Janganlah gusar ketika mendapat ‘jatah kasar’, jangan malah mencoba berontak keluar darinya.
“Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan mengujinya.” (H.R. Ahmad)
Semilir kesejukan tertiup dari sebuah hadist, yang berucap, “Tidaklah menimpa seorang muslim sebuah musibah, kecelakaan, kesusahan, kesedihan, penyakit, ataupun kesulitan hingga sekecil duri yang menancap, kecuali Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.”(H.R. Ahmad, Bukhori, Muslim)
Juga firman Nya, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az Zumar :10) Karunia terbesar yang diberikan kepada seorang hamba adalah sabar. Sungguh beruntung jika telah berhasil membiasakan diri merasakan betapa guyuran pahala-pahala Allah terus membahasi hidup kita.

Jadi tambah semangat menjalani hari-hariku, menyelesaikan semua tantangan hari ini (karena setiap hambatan adalah tantangan), n life is never flat. Semangat juga buat semua teman yang sedang dirundung duka.

Maroji’ : Kaya Hati, Kaya Harta pg. 84-85

Korelasi antara Praktikum, Tugas, dan Kefuturan

Filed under: iLmu hiDup — Tags: , , — askar @ 7:25 pm
so crowded

so crowded

Jadi inget lagu jaman dulu saat masih ospek,
Disini bukan tempat anak-anak malas
Tempatnya para pekerja keras

Yup, bener banget, setiap keputusan yang kita buat, pasti ada konsekuensinya. Memang begitulah, teknik ga ada matinya, harus siap mental, siap fisik, tak boleh manja, siap tak tidur, bertabrakan, berterbangan..(hiyy horor deh)
Terlebih jika kita telah berani menyeburkan diri dalam irama kehidupan sejati. Berani mengawali harus berani menjalani, ibarat pohon, daun yang berguguran kan menjadi sampah yang usang, tergantikan oleh tunas-tunas baru yang lalu tumbuh menjadi hijau. Ibarat kereta, gerbongnya dalam satu kesatuan utuh akan tetap melaju hingga sampai tempat tujuan meski salah satu penumpangya turun.
’Dan perjuangan ini tidak diusung oleh orang-orang lemah. Dan semua akan terseleksi alam.’

Sebelumnya, sekelumit tentang faktor dependent dan independent,
Praktikum dan tugas
Sebagai makanan sehari-hari mahasiswa, yang pasti hidup akan terasa hambar tanpanya. Kalau TK pulang jam pagi, SD pulang siang, SMP pulang ashar, SMA pulang maghrib, maka kuliah kadang malam kadang pagi (peningkatan? Masya Allah..)
Kuliah adalah amanah, menuntut ilmu adalah ibadah dan tentunya balik lagi, sesuatu yang kita kerjakan (baca : perjuangkan) akan menjadi ibadah jika dengan niatan yang benar dan akan menjadi ilmu jika kita dapat mengambil hikmahnya.

Amanah non Kuliah
Overload? Sebenarnya bukan, mungkin kita yang tidak dapat menerapkan prinsip managemen waktu dengan tepat, tidak dapat mengaplikasikan skala prioritas dengan sempurna.

Futur
Secara bahasa : terputus atau tersambung , Malas, lamban atau kendur setelah rajin
Secara istilah :suatu penyakit yang dapat menimpa seseorang yang berjuang di jalan Allah

Lalu apa hubungannya aktivitas kampus dengan tingkat kefuturan?
Ada, ga ada hubungannya. Mungkin memang terdapat korelasi disana, tetapi nilai signifikansinya tergantung pribadi masing-masing.
Yang jelas apapun dapat menyebabkan penyakit hati yang satu ini dan mungkin salah satunya adalah kesibukan duniawi kita yang tidak diniatkan karena Allah, niatan yang berbelok dan hal-hal yang berlebihan
”Dan orang yang berpaling dari mencintai Allah, niscaya Allah akan mengujinya dengan kecintaan kepada selainnya, lalu ia merana karenanya.”
Semoga Allah senantiasa memalingkan hati-hati kita pada ketaatan dan cinta padaNya.

Iman dan futur, memang fenomena rutinitas kehidupan seorang muslim. Namun semoga kita tidak jatuh terlalu dalam di jurang kefuturan, untuk itu tak perlu berlama-lama. Langkah selanjutnya yaitu kenali penyebab-penyebab futur dan cara membasminya sebagai berikut :

Faktor penyebab futur menurut Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas sbb:
1. Hilangnya keikhlasan
Ikhlas adalah ketika kita tidak lagi merasakan keikhlasan itu ada. Ikhlas letaknya dalam hati. Namun ikhlas sering ternodai dengan melencengnya niat di tengan jalan
2. Lemahnya ilmu syar’i
Kurangnya ilmu akan menyebabkan kita beranggapan apa yang kita lakukan ini tidak salah, beribadah denga cara yang kurang tepat sehingga berakibat pada kefuturan akibat hal-hal kecil yang bertumpuk.
3. Kecenderungan pada dunia dan melupakan akhirat
Dunia oriented, padahal telah jelas ketika kita berusaha mengejar akhirat maka kita akan mendapat dunia pula
4. Fitnah (cobaan) berupa istri dan anak
Kesenangan dunia memang memabukkan. Bagi yang belum berkeluarga pun fitnah dan godaan akan datang dari manapun
5. Hidup di tengah masyarakat yang rusak
6. Berteman dengan orang yang memiliki keinginan yang lemah
Terkadang berteman dengan seorang idealis yang teguh di atas prinsip meski ia terasing tak menjadi masalah (asal idelismenya tidak berlebihan). Kita butuh seseorang yang tidak hanya dapat menemani disaat kita melihat bintang tapi juga men-support saat kita sedang terjatuh dalam kefuturan
7. Melakukan dosa dan maksiat serta makan yang haram
Melakukan dosa yang tidak segera dibarengi dengan taubat dan diirngi dengan kebaikan, meskipun kecil namun akan membawa kita pada kefuturan.

Ibarat kuman, kefuturan dapat menjangkiti kita di tiap waktu, kapan saja di mana saja, sehingga selain memiliki tameng untuk menjaga hati kita, juga harus mempersiapkan senjata untuk mengusirnya yaitu
1. Menjauhkan diri dari dosa kecil
2. Tekun dan teratur dalam amalan meskipun sedikit
3. Sedikit mengendurkan usaha di jalan Allah
4. Mengingat mati
5. Mengingat syurga dan neraka dan apa yang di dalamnya.
6. Mengambil agama Islam secara kaffah

Satu hal yang menurut saya juga paling ampuh untuk menghindari maupun menghadapi kefuturan ini adalah komunitas yang baik, komunitas orang-orang sholeh. Disadari atau tidak lingkungan lah yang akan membentuk kita, membentuk kita pada satu pola hidup. Ketika dihadapkan pada lingkungan yang ’ketat’, melakukan satu kesalahan pun akan membuat kita cukup ’bersalah’. Sebaliknya pada lingkungan yang ’longgar’ pertama kita akan merasa ini salah, saat berikutnya kita akan merasakan mungkin tidak apa karena banyak dari mereka juga yang melakukan, dan saat selanjutnya kita sudah tidak sadar jika ini salah. Masya Allah, betapa cerdasnya syetan dibalik semua ini(tapi kita harus lebih cerdas dunn..). Kita butuh kontrol, peringatan berulang, dan di situlah mengapa teman-teman dan lingkungan yang kondusif begitu berarti. Ketika teman-teman dekat kita saja juga sedang terjerembab segera tinggalkan dan cari sesuatu yang kita tidak nyaman tapi kita yakin akan membawa perubahan lebih baik (Bukan habis manis, sepah dibuang, tapi lebih kepada upaya penyelamatan diri, jiwa, dan iman.)

Saat kita merasa pengawasan Allah tidak ada, maka berhati-hatilah. Ketika kita masih dikaruniai rasa malu dan bersalah ketika melakukan maksiat sekecil dzarrah, ketika masih ada yang mengingatkan meskipun itu menyakitkan, ketika teguran kecil berupa kekecewaan datang, ketika kita dipersulit dalam melaksanakan sesuatu yang terlihat indah namun mematukan, bersyukurlah, Allah masih sayang kita..

Allah berfirman.

Artinya : “Barangsiapa yang bertawaqal kepada Allah, niscaya Allah yang mencukupinya.”[Ath-Thalaq : 3]

Yakni mencukupi segala yang dibutuhkannya baik dalam kehidupan religinya ataupun urusan duniawinya.

Kita memohon kepada Allah, semoga Dia mengaruniai kita kesejahteraan, kekuatan dan keteguhan hati, dengan lantaran tawakal sepenuhnya kepadaNya, yang dengan itu Allah menjamin bagi orang-orang yang bertawakal segala kebaikan dan menangkis segala cobaan maupun marabahaya.

>> Semoga dapat memberi pengingatan untukku dan untuk kita semua

hidup-sementara

kehadiran awan

Filed under: Uncategorized — Tags: — askar @ 3:10 pm

Entah dimana
Harus kunyala asa
Entah siapa
Menculik rasa
Diam beku berseteru
Meluapkan getirnya

Memeluk waktuku
Merapat ke titian
Bukan resonansi jiwa
Hanya ilalang soka
Merebut fajar
Hingga batas waktu
Masih wajar

Dalam dekap pagi
Ingatkan aku
Kehadiran awan
Menetes biru

September 27, 2009

renungan hari ini

Filed under: Uncategorized — askar @ 7:31 am

memaafkan adalah memberi sedikit ruang dalam hati (hanya sedikit temand2)

jangan karena cinta, kita gugur dari perjuangan, dan jangan karena cinta pula, prinsip kita menjadi larut dan cair

2 pertanyaan yang buat ak rada sensi =)

Filed under: Uncategorized — askar @ 6:36 am

Pertama,,
Kalu di itung2 mungkin aku tak mampu menghitung, sejak awal kuliah hingga sekarang uda setua ini masih aja, ga mahasiswa baru, orang-orang di jalan, bahkan saudara sendiri (ini parah banget) dan yang paling sering saat kp di pabrik kemarin pertanyaan yang sama dan ak hanya mampu tersenyum untuk menjawabnya
“mba, kelas brapa?”
 uda kuliah kug
“baru semester 1 ya..”
 hmm, uda tingkat akhir,,
“oh, tp sma jga masi pantes
 (menangis dalam hati, tapi juga seneng brarti baby face dunn)
Apakah seimut itukah tampangku? ( :D ), apa emg keliatan childish(tp kan Cuma baru diem, belum mengeluarkan sepatah katapun dan sebersit gerakpun)

Kedua,,
Pertanyaan yang sangat familiar, apalagi saat silaturahim k rumah2 saudara lebaran ini. Kalau dulu smp pertanyaannya kelas berapa, dapet rangking ga, sma pertanyaanya nanti mau kuliah dimana, ambil jurusan apa, cita-cita jadi apa, ternyata sekarang uda beda cerita
“Sekarang uda semester brapa mba?”
 7..
“Brarti abis ini cepet lulus terus nikah dunk, uda pnya calon blum, perlu dicariin ga?”
 hanya bisa tersenyum, doanya saja.,.

Pertanyaan yang cukup membuatku sadar, bahwa saat ini sudah bukan saatnya lagi untuk main-main,
Saatnya keluar dari zona aman
sekarang

never ending story, never ending fightin

Filed under: Uncategorized — askar @ 4:04 am

Mnsyukuri nikmat = penangkal adzab
Mninggalkan dosa2 = mnghidupkn kalbu
Mengalahkan hawa nafsu = kesenangn orang-orang besar

Yuk, berjuang untuk dapat hal-yang baik
Awal yg baik, proses yang baik, ending yang baik pula
Dan mengapa perjuangan begitu pahit, karena surga begitu manis
Setiap orang punya peluang menuju ke sana
Fastabiqul khoirot

Antara

Filed under: Uncategorized — askar @ 4:02 am

Aku, dia, sahabatku, sahabatnya
Wew, kapan2 bisa dibuat novel
Ku ingin
Ini yang pertama dan terakhir
Tak ingin melangkah
Tak ingin membuka

let it flow and enjoy it

Filed under: Uncategorized — askar @ 3:50 am

Siapa yang mengenal arti keseimbangn
Pasti mengenal kebahagiaan
Siapa yang mnempuh jalan pertengahan
Pasti beroleh kberhasilan

Seni melupakan peristiwa yang dibenci,
merupakan suatu nikmat
Mengingat nikmat yang telah diperoleh adalah suatu kebaikan
Melupakan kekurangan orang lain merupakan pekerti yang utama

Hidup adalah pilihan
Tapi bolehkah kita tak harus memilih

=)

Filed under: Uncategorized — askar @ 3:37 am

Senyum adlah sihir yang halal,ungkapan tanda cinta
ekspresi persaudaraan&surat kilat
yg mngndung kdamaian&kecintaan

Senyuman adlh shadaqah yg pasti diterima, sebab mmbuktikan kepuasan&ketenangan hati pelakunya
Cheer
228
Go..!

Older Posts »

Blog at WordPress.com.